Minggu, 27 November 2011

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT


Pelapisan Sosial adalah penggolongan atau pengelompokkan tiap individu atau orang per orangan dalam kelas-kelas tertentu atau tingkatan-tingkatan tertentu guna untuk membedakan derajat tiap individu atau orang per orangan, biasanya dibedakan beradasarkan garis keturunan, kekayaan, kekuasaan, pengetahuan, dan lain-lain.





       I.            PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL :
Di dalam organisasi masyarakat primitive pun sebelum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
1. adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan  hak dan kewajiban.
2. adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa.
3. adanya pemimpin yang saling berpengaruh.
4. adanya orangorang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlawmen).
5. adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri.
6. adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidakstabilan ekonomi itu.

   
       I.            PELAPISAN SOSIAL TERTUTUP
 Adalah system atau aturan yang dimana tiap individu atau anggota dari komunitas tersebut tidak dapat atau sulit mengubah atau mengangkat derajat kehidupannya, contohnya kaum miskin harus tetap miskin dan yang kaya atau dihormati harus tetap dihormati seperti brahmana (tinggkat tertinggi dalam kasta india) disini dijelaskan bahwa kedudukan seseorang  atau individu itu sendiri didapat melalui pemberian tuhan atau memang telah menjadi takdirnya. Hal ini berlaku kecuali seseorang atau individu tersebut medapatkan hak hak istimewa seperti mendapatkan gelar dari raja, mendapatkan kekuasan dari raja arau mendapatkan gelar kebangsawaan dari raja dll.

    II.             PELAPISAN SOSIAL TERBUKA

Pelapisan ini bersifat dinamis berarti bergerak yang dimaksudkan adalah dimana sesuatu atau pelapisan itu bisa berubah mengikuti waktu atau keadaan. Dalam system atau aturan ini tiap individu atau anggota dari komunitas tersebut  dapat  mengubah atau mengangkat derajat kehidupannya dengan berbagai cara, contohnya sesorang yang memiliki tingkatan kekayaan rendah berkerja keras menambah kekayaan nya dan akhirnya dia menjadi seseorang yang kaya raya disini tingkat derajat orang tersebut telah naik dari miskin menjadi kaya. Bisa juga sebaliknya seperti seseorang yang kaya raya atau dari golongan atas menjadi miskin karena tidak mamu mengolah kekayaannya. Sistem yang demikian dapat kita temui didalam masyarakat Indonesia. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi disamping itu, orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankannya.
Status (kedudukan)yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut “Archieve status”.
                          
                                                                                 Sumber : http://www.wikipedia.org





Tidak ada komentar:

Posting Komentar